Senin, 14 November 2011

Imunisasi HPV untuk mencegah Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim atau kanker cervix adalah penyakit keganasan yang terbanyak di negara berkembang termasuk Indonesia. Di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta menempati urutan pertama. Penyakit*ini disebabkan oleh suatu virus yang disebut Human Papiloma Virus (HPV), ditularkan melalui kontak seksual. Umumnya lebih banyak mengenai wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual.

Penyakit ini dapat diketahui secara pasti dengan pemeriksaan apus cairan vagina atau yang lebih dikenal sebagai pap smear.

Gejala dini penyakit ini ditandai dengan adanya spotting atau bercak darah yang keluar setelah melakukan hubungan seksual tanpa disertai rasa sakit sehingga sering diabaikan. Selanjutnya akan timbul gejala - gejala lain yang lebih lanjut seperti keputihan yang banyak, berbau busuk, sampai terjadi perdarahan yang hebat yang membawa pasien berobat. Gejala lain yang sering membawa pasien berobat ke Dokter adalah nyeri waktu kencing dan disertai kencing darah, yang sebenarnya gejala ini merupakan gejala yang lebih lanjut dari penyakit ini.

Pengobatan penyakit kanker cervix ini meliputi radiasi atau penyinaran, kemoterapi, dan kemungkinan tindakan operasi apabila stadiumnya masih stadium dini. Apapun pengobatan yang dilakukan masih lebih baik mencegah penyakit daripada mengobatinya.

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi, yaitu imunisasi HPV. Imunisasi diperuntukkan untuk para remaja atau pra remaja dan para wanita dewasa yang sudah menikah maupun yang beresiko tinggi terkena penyakit ini. Imunisasi HPV cukup efektif untuk mencegah terjadinya kanker cervix karena diberikan hanya satu kali seumur hidup, diberikan dalam 3 kali suntikan yaitu bulan ke nol (mulai pertama disuntikkan) dilanjutkan bulan kedua dan terakhir bulan ke enam.

Untuk para remaja dan pra remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual bisa langsung diberi suntikan ini. Untuk mereka yang pernah melakukan hubungan seksual, sebelum imunisasi diharuskan melakukan papsmear terlebih dahulu untuk memastikan belum ada sel-sel kanker di leher rahim.

Imunisasi HPV sangat mudah diperoleh yaitu di laboratorium -laboratorium swasta yang ada di kota Solo, atau di praktek swasta dokter Spesialis Kandungan, maupun di rumah sakit - rumah sakit termasuk di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.

Penulis:
Dr. Rita Budianti, Sp.Rad (K) Onk.Rad

1 komentar:

Anonim mengatakan...

saya baca dari website http://mindaahad.wordpress.com/2011/04/15/bahaya-suntikan-vaksin-hpv/ katanya berbahaya? dan kalau sudah berumur 20 tahun tapi belum pernah melakukan hub seksual apakah boleh divaksin? efek sampingnya apa saja dari imun ini? mohon penjelasannya terimakasih sebelumnya :)

Posting Komentar

 

INFO KESEHATAN

BERITA

PELAYANAN

INSPIRASI

TOKOH

MOTIVASI